Kamis, 06 Desember 2012

Contoh makalah perencanaan usaha


Perencanaan adalah pemilihan sekumpulan kegiatan untuk memilih / memutuskan tujuan. Maksud perencanaan adalah untuk melihat program-program dan penemuan penemuan sekarang yang dapat dipergunakan untuk meningkatkan kemungkinan pencapaian tujuan di waktu yang akan datang, yaitu meningkatkan pengambilan keputusan yang baik.

Dasar perlunya Perencanaan :
1.     “Protective Benefit” yang dihasilkan dari pengurangan kemungkinan terjadinya kesalahan dalam PK.
2.     “Positive Benefit” dalam bentuk meningkatnya sukses pencapaian tujuan organisasi.

Aspek penting dalam perencanaan :
1.     Pengambilan keputusan ( PK )
2.     Proses pengembangan dan penyelesaian sekumpulan kegiatan untuk memecahkan masalah.



Tahap dasar Perencanaan :
1.     Penetapan tujuan
2.     Merumuskan keadaan sekarang
3.     Mengidentifikasi kemudahan dan hambatan
4.     Tujuan
5.     Mengembangkan serangkaian kegiatan

Manfaat dari perencanaan antara lain :
1.     Penyesuaian diri dari lingkungan
2.     Dalam kristalisasi persesuaian pada masalah utama
3.     Memahami gambaran operasi perusahan dengan jelas
4.     Penetapan tanggung jawab dengan tepat
5.     Pemberian perintah
6.     Memudahkan untuk menlakukan koordinasi
7.     Membuat tujuan khusus (prioritas)
8.     Meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti
Tidak hanya manfaat, Perencanaan juga memiliki kelemahan. Berikut kelemahan dari perencanaan :
1.     Pekerjaan yang tercakup mungkin dianggap berlebihan
2.     Cenderung menunda kegiatan
3.     Membatasi manajemen berinisiatif dan berinovasi
4.     Hasil paling baik didapatkan dari penyelesaian masalah
5.     Ada rencana yang tidak konsisten

Tujuan dan sasaran perencanaan adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mencari keuntungan.

Rencana mempunyai fungsi untuk : Menyediakan peralatan untuk pencapaian serangkaian sasaran dari tingkat atasnya dan menunjukkan sasaran yang harus dipenuhi rencana tingkatan dibawahnya.

Tipe rencana :      1.Rencana strategis (strategic plans)
                             2.Rencana operasional (operational plans)

1.     Rencana strategis

Adalah proses pemilihan tujuan, penentuan strategi, kebijakan, program strategik, penetapan standar dan metode.
Untuk menjamin strategi dan kebijakan telah diimplementasikan.
Rencana strategis dirancang untuk :
-         Memenuhi tujuan organisasi
-         Mengimplementasikan misi yang memberikan alasan khas keberadaan organisasi

2.     Rencana operasional

Penguraian lebih terperinci tentang bagaimana rencana strategic dapat dicapai. Tipe rencana operasional ada 2 yaitu : Rencana sekali pakai, dan rencana tetap.

-         Rencana sekali pakai (single use plans)
Adalah serangkaian kegiatan terperinci yang kemungkinan tdk berulang dalam bentuk yang sama diwaktu mendatang.
Contoh : program, proyek dan anggaran

-         Rencana tetap (standing plans)
Merupakan pendekatan standar untuk penanganan situasi yang dapat diperkirakan terjadi dan berulang.
Contoh : kebijakan, prosedur, metode, standar, peraturan

Hambatan dalam perencanaan efektif
1.     Penolakan internal para perencana terhadap penetapan tujuan dan pembuatan rencana.
2.     Adanya keengganan umum para anggota organisasi untk menerima perencanaan dan rencana-rencana karena perubahan yang di timbulkan.


Kriteria penilaian efektifitas rencana
1.     Kegunaan
Rencana harus fleksibel, stabil dan berkesinambungan.
2.     Ketetapan dan objektivitas perencanaan.
Rencana harus di evaluasi untuk mengetahui apakah jelas, ringkas, nyata dan akurat.
3.     Ruang lingkup
Perencanaa perlu memperhatikan prinsip kelengkapan
(comprehensiveness), kepaduan (unity) dan konsisten.
4.     Efektivitas biaya
Menyangkut masalah waktu, usaha dan aliran emosional.
5.     Akuntabilitas
Tanggung jawab atas pelaksanaan perencanaan dan implementasi.
6.     Ketepatan waktu
Harus membuat berbagai perencanaan.

A.   Penetapan tujuan

Tujuan adalah hasil akhir yang akan dicapai atau pernyataan tentang keadaan yang diinginkan. Unsur penting dalam tujuan ialah hasil akhir yang diinginkan dimasa yang akan datang dan usaha atau kegiatan sekarang yang diarahkan.

Fungsi tujuan :
1.     Sebagai pedoman bagi kegiatan pengarahan dan penyaluran usaha (arah dan pemutusan kegiatan organisasi yang harus / tidak )
2.     Sumber legitimasi untuk meningkatkan kemampuan organisasi dalam mendapatkan sumber daya dan dukungan dari lingkingan sekitar.
3.     Standar pelaksanaan : tujuan jelas, mudah dipahami.
4.     Sumber motivasi : penawaran bonus, intensif,  dll
5.     Dasar rational pengorganisasian.
Rumusan tujuan :          Efisiensi organisasi
                                      Produktifitas tinggi
                                      Maksimalisasi laba
                                      Pertumbuhan organisasi
                                      Kesejahteraan karyawan / sosial
Tujuan ekonomis :
-         Kelangsungan hidup
-         Pertumbuhan dan berkembang
-         Profitabilitas

Proses penetapan tujuan
1.     Barang dan jasa yg di produksi memberikan berbagai manfaat
2.     Barang dan jasa dapat memuaskan kebutuhan konsumen
3.     Teknologi yang dingunakan dapat menghasilkan barang / jasa yang berkualitas dengan biaya bersaing
4.     Dengan kerja keras dan dukungan sumber daya dapat menjaga kelangsungan hidup (survive), pertumbuhan (growth) dan laba yang dihasilkan (profitable)
5.     Pelayanan manajemen memberikan public image yang menguntungkan
6.     Mempunyai konsep diri (self consept) yg dapat dikomunikasikan kepada karyawan dan pemegan saham

Keseimbangan tujuan
1.     Pemenuhan kepentingan organisasi
2.     Peningkatan deviden untuk pemegang
3.     Konsumen mendapatkan prodik / jasa berkualitas lebih baik dan harga yang wajar
4.     Penyesuaian balas jasa kepada karyawan untuk peningkatan taraf  hidup
  


 PEMBAHASAN

          Seperti yang kita ketahui sebelumnya, di Indonesia bahkan di kota kota besar sudah puluhan atau bahkan restoran atau usaha yang bergerak di bidang makanan jepang.
Ini mungkin dapat dimaklumi dikarenakan budaya jepang sudah tidak asing bagi masyarakat indonesia kebanyakan, termasuk makanannya.
Makanan jepang adalah salah satu makanan yang sederhana dilihat dari bahan bahan yang dipergunakannya serta cara pembuatannya, namun sangat tinggi nilai gizinya.

          Didasarkan atas banyaknya minat akan masyakan jepang di Indonesia saya berniat akan membuka restoran jepang, berikut perencanaan yang akan saya buat sebelum membuka restoran masakan jepang :

1.     Pemilihan lokasi

Dalam strategi pemasaran, adanya pemilihan lokasi usaha yang strategis menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kesuksesan pemasaran dari sebuah usaha. Semakin strategis lokasi usaha yang dipilih, semakin tinggi pula tingkat penjualan dan berpengaruh terhadap kesuksesan sebuah usaha. Begitu juga sebaliknya, jika lokasi usaha yang dipilih tidak strategis maka penjualan pun juga tidak akan terlalu bagus.

          Lokasi usaha yang saya pilih berada di jalan gunung sahari, di sepanjang jalan ini belum terdapat restoran jepang. Jadi peluang usahanya masih relatif  besar. Apalagi jalan ini sangat ramai sekali dilalui kendaraan bermotor saat jam jam sibuk.

1.     Target pasar

Target pasar yang saya tuju adalah para pekerja yang pulang dari tempat bekerja, ataupun para pekerja kantor yang sedang beristirahat, dan juga keluarga yang menghabiskan waktu bersama.

2.     Strategi pemasaran

Strategi pemasaran yang kami pakai adalah dengan memasang iklan di sejumlah surat kabar, dan juga membuat brosur dan membagikannya di jalan-jalan.
 
Restoran yang saya buka akan berfokus pada menu shusi, berikut jenis shusi yang ada di menu :
-         Nagiri
Shusi yang dibuat dengan cara kepal beserta daging atau sayuran di bagian atas nasi.

-         Gunkan
Adalah sushi yang cara pembuatannya sama dengan nigiri, yakni di kepal. Bedanya jenis gunkan ini dibalut oleh nori di sekililing nasinya. Gunkan berarti juga kapal atau perahu dalam bahasa jepang.

-         Temari
Adalah sushi yang dibuat bentuknya menyerupai bulatan atau bola dengan daging atau sayuran disekililingnya mirip seperti halnya sushi nigiri.

-         Hakozushi / oshizushi
Sushi yang dibuat menggunakan papan kayu sebagai cetakannya dan diisi nasi sushi beserta isinya sesuai selera dan di isi nasi lagi lalu di tekan  dengan papan kayu yang satu lagi. Sehingga bentuknya menyerupai tumpukan nasi dan isi, lalu di potong potong sesuai kebutuhan.


-         Edomaezushi
Adalah sushi yang berasal dari kansai pada zaman Edo. Sushi ini disajikan dengan menggunakan mangkuk berisi nasi sushi dandi atasnya diberikan beberapa jenis daging yang biasanya untuk sashimi beserta sayuran lainnya .

Disini mengapa saya hanya memfokuskan pada sushi saja, karena menurut pengamatan saya sushi dapat mendatangkan keuntungan yang lebih besar.

1.      Perkiraan anggaran

1.     Area depan
No
Nama barang
Harga
1
Meja makan 125 x 70 = 10 buah
2.000.000
2
Kursi makan 40 buah
4.000.000
3
Meja dan kursi kasir
200.000
4
Mesin kasir
1.000.000
5
Kipas 3 buah
500.000
6
Telpon
100.000
7
Printer
500.000
8
Sendok, garpu, pisau makan
500.000
9
Tray
250.000
10
Wastafel
400.000
11
Lampu
300.000
12
Alat kebersihan
250.000
13
Piring sushi panjang 2 lusin
450.000
14
Piring kotak 2 lusin
450.000
15
Mangkok don buri 2 lusin
450.000
16
Mangkok nasi jepang 2 lusin
450.000
17
Mangkok salad 2 lusin
450.000
18
Mangkok saus tempura
450.000
19
Teko plus tokara soyu 3 lusin
550.000
20
Box bento 3 lusin
1.250.000
21
Lain lain
2.000.000

Total
16.500.000



























2.     Area dapur
No
Nama barang
Harga
1
Freezer 2 pintu
5.000.000
2
Micro wave
2.000.000
3
Rice cooker
700.000
4
Meja dapur
800.000
5
1 set perlengkapan dapur
800.000
6
1 set panci
500.000
7
Kompor sedang 4 buah
1.000.000
8
Talenan  5 buah
100.000
9
Mangkuk stainless
300.000
10
Gas + regulator + selang
200.000
11
Alat pengiris daging
1.000.000
12
Belender
200.000
13
Meja 2 tinkat untuk piring
1.000.000
14
Pisau sishi
1.000.000
15
Handuk
50.000
16
Tabung gas 50 kg 2 buah
1.200.000
17
Kipas angin
150.000

Total
16.000.000

3.     Bahan mentah
Biaya bahan mentah sebesar  Rp 10.000.000

4.     Biaya iklan   Rp 500.000

Jadi total :
Area depan             =       Rp 16.500.000
Area dapur              =       Rp 16.000.000
Bahan mentah         =       Rp 10.000.000
Biaya iklan  =  Rp      500.000

 Total                       =        Rp 43.000.000
Modal                      =        Rp 43.000.000

Gaji karyawan :
1 chef                       =       Rp 2.000.000
3 cook                   =       Rp 5.400.000
1 kasir                  =       Rp 1.500.000
3 waiter                =       Rp 4.500.000
1 cleaning service =  Rp 1.500.000

total 9 karyawan =  Rp 14.900.000

1.     Pekiraan Laba yang didapat

Pembelian rata-rata per orang : 40.000 (minimal)
Rumus cost makanan              : harga jual dibagi 5

Jumlah rata-rata tamu perhari : 40 orang  x 40.000 = Rp 1.600.000
Omset kotor rata-rata perhari : Rp 1.600.000
Omset kotor rata-rata perbulan  : 30 hari x Rp 1.600.000
   = Rp 48.000.000

Cost makanan sebulan            : Rp 48.000.000 / 5 = Rp 9.600.000
Sewa tempat perbulan             : Rp 60.000.000 / 12 = Rp 5.000.000
Gaji karyawan                         : Rp 14.900.000
Listrik                                      : Rp 500.000
Telpon                                     : Rp 300.000
 

Total                                        : Rp 30.300.000

 Omset kotor                   : Rp 48.000.000
 Cost                            : Rp 30.300.000

Omset bersih                   : Rp 17.700.000 (perbulan)

Omset pertahun   : Rp 17.700.000 x 12  =  Rp 212.000.000

Dari perencanaan yg saya buat di atas ternyata bisnis di bidang restoran jepang khususnya shusi sangatlah membuahkan hasil. Dengan modal yang hanya Rp 43.000.000 dan jumlah pengunjung restoran rata-rata perhari 40 orang saja, kita sudah dapat meraup keuntungan atau omset bersih perbulan sebesar  Rp 17.700.000 dan omset pertahun dapat mencapai Rp 212.000.000
Jadi dapat disimpulkan usaha ini sangatlah mempunyai peluang yang besar.

1.     Kesimpulan

          Dari pembahasan yang saya buat ternyata usaha restoran jepang sangatlah menggiurkan dengan peminat yang begitu besar. Sehingga kita dapat memperoleh keuntungan sebesar mungkin. Diakui memang usaha ini membutuhkan modal yang besar, tetapi kita dapat membuka peluang lapangan pekerjaan yang besar juga untuk mengurangi jumlah pengangguran di negeri ini. Semoga dengan semakin berkembangnya usaha usaha mandiri akan terus membangun negara ini kearah yang lebih baik.
    






4 komentar: